George orwell 1984 review 

Buku ini menggambarakan kehidupan politik negara yang totaliter. Semua bersumber kepada partai yang berkuasa. Pemeritahan yang mendominasi setiap perilaku rakyatnya. Teori ini dikembangkan oleh penulis dengan wujud novel fiction-science 1984. Beberapa kajian yang sedikit Sandra kembangkan : 1. Bentuk peperangan tidak hanya fisik, pembuatan penyakit baru yang dapat mematikan secara massal ke negara lain, penyakit seks, pemalsuan data, penyadapan, memodali/ dibeli perusahaanya, namun pelan-pelan di’protol’i atau dijual aset-asetnya sampai perusahaan itu tidak ada, dan pengangguran dimana-mana, dan pola pikir (Apa yang kita pikirkan dibentuk dari yang berkuasa, sebuah citra yang dikemas masyarakat agar percaya.)
2. Sejarah diubah, data diganti untuk membuat masyarakat tidak dapat membandingkan keadaannya masa dulu dan sekarang. Hingga mau tidak mau menerima dengan kondisinya dan tetap merasa bersyukur.
3. Kesetaraan sebenarnya tidak ada atau hanya sekedar wacana. 3 tingkatan, tinggi, tengah, dan bawah ( buruh). Yang tinggi akan berusaha bagaimana yang bawah tidak berpendidikan dan miskin. Supaya kelak tidak menggulingkan yang tingi dan terlalu sibuk bagaimana mencukupi dirinya sendiri dan tidak memikirkan kemerdekaan. Senjata diproduksi tanpa ada gunanya untuk masa sekarang, demi menguras tenaga kerja, dan membuat manusia selalu kekurangan bahan konsumsi dan tidak sibuk mengembangkan yang lain. Yang tengah dibiarkan bekerja kepada yang tinggi, mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakannya. Mereka loyal bahkan mengagungkan kepada yang tinggi, karena mereka mendapat upah. Lalu, Kalangan tengah disibukan dengan pekerjaan yang banyak sehingga tidak memiliki keinginan diri untuk berteman, berhubungan sex, punya anak, atau sekedar tertawa. Jika mereka berhasil memenuhi target mereka akan mendapatkan bonus dan title dari sang tinggi yang diagungkan, jika tidak mereka akan kerja lembur/ menjadi buruh. Jika ada yang rajin dan terlampau cerdas, maka orang itu bukannya mendapatkan promosi, melainkan akan ‘ditiadakan’ karena dinilai bisa menggulingkan masa yang ada, yaitu orang yang pada jajaran tinggi.
Jika ada dari jajaran tengah yang berhasil menggulingkan yang tinggi (meski hanya sepersekian yang mampu), maka yang tengah akan berusaha supaya yang rezim yang tinggi dimusnahkan. Janji-janji keadilan yang diberikan saat promosi kepada yang rendah/buruh, hanya semata-mata cuapan untuk meraih bentuk kerja sama di awal mula pemberontakan. Namun begitu ia terpilih, bagaimanapun harus ada hal-hal yang dilakukan untuk mempertahankan kekuasaanya antara lain dengan melanggar janji memberikan kesetaraan itu. Kesetaraan yang diberikan wujudnya ucapan dan bukan perbuatan. Data-data dipalsukan. Angka keberhasilan dibuat melambung, padahal rakyat rendah merana. Rakyat begitu sadar tidak ada perubahan, pemerintah akan mengalihkan isu agar tidak terjadi pemberontakan. Membuat seolah-olah faktor eksternal berperan , seperti kondisi perang atau cuaca. Perangpun bisa dibuat oleh pemerintah sendiri. Bom dikirimkan ke satu daerah yang tidak begitu berfungsi. Bom ini diklaim kiriman musuh, agar menjadi kebencian dan ketakutan bagi rakyat rendah untuk mencari kemerdekaan namun sama-sama bersatu memusuhi negara/orang lain yang tidak pernah melakukan kejahatan. Orang akan disibukan dengan membicarakan yang lain dan bukan isu yang dapat menggoyahkan kekuasaan yang ada.
Yang cukup pintar dari kalangan rendah bagaimanapun tidak akan diangkat, krn ditakutkan dapat menggulingkan rezim. Yang pintar hanya boleh dalam lingkup lingkar yang berkuasa. Ketidaksetaraan akan membuat rezim tinggi dapat terus berkuasa.

Inilah yg dipikirkan oleh yang berkuasa: kebodohan adalah kekuatan, perang adalah damai, kebebasan adalah perbudakan.

  1. Digambarkan oleh Tokoh Winston Smith.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s